Kamis, 21 Februari 2019
Minggu, 03 Februari 2019
Data Dan Manajemen Pengetahuan
Mengolah DataData merupakan kumpulan fakta dari suatu obyek tertentu. Umumnya, fakta dari suatu obyek itu tidak terhitung jumlahnya, maka dari itu hanya data yang dibutuhkan saja yang akan diproses oleh komputer.
Sistem manajemen basis data
Proses pengelolahan data terbagi menjadi 3 tahapan , yang disebut dengan siklus pengelolahan data (Dara Processing Cycle) , yaitu :
1.Input : Proses pemasukan data ke dalam komputer melalu Device input.
2.Processing : Proses pengolahan data yang sudah di inputkan , yang dilakukan oleh process divice yang berupa proses perhitungan , perbandingan , pengendalaian , maupun pencarian di penyimpan(stored) komputer.
3.Output : Dilakukan proses menghasilkan output dari hasil pengolahan data ke alat output (Output Devices) yang akan berupa informasi.
2.Processing : Proses pengolahan data yang sudah di inputkan , yang dilakukan oleh process divice yang berupa proses perhitungan , perbandingan , pengendalaian , maupun pencarian di penyimpan(stored) komputer.
3.Output : Dilakukan proses menghasilkan output dari hasil pengolahan data ke alat output (Output Devices) yang akan berupa informasi.
PENDEKATAN BASIS DATA
Pendekatan basis data merupakan terkait penyempurnaan kegiatan manajemen data dibandingkan dengan pendekatan tradisional mulai dari pengumpulan, penyimpanan, pemeliharaan, pengelolaan, dan penyebarluasan. Adapun kegiatan manajemen data pada pendekatan tradisional adalah sebagai berikut:
- Pengumpulan data dalam pendekatan tradisional dikumpulkan dalam file-file yang tidak berhubungan satu sama lain.
- Penyimpanan data jauh lebih besar dari yang seharusnya karena terjadinya duplikasi data.
- Pemeliharaan data berdasarkan karakteristiknya akan lebih sulit karena banyaknya data dalam file tanpa diketahui hubungannya dengan file lainnya.
- Pengelolaan data membutuhkan waktu lama karena masing-masing data berada dalam file-file yang tidak memiliki hubungan.
- Penyebarluasan data menjadi lambat karena pengelolaan data yang lama.
Sistem manajemen basis data
suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna. Contoh tipikal SMBD adalah akuntansi, sumber daya manusia, dan sistem pendukung pelanggan, SMBD telah berkembang menjadi bagian standar di bagian pendukung (back office) suatu perusahaan.
Contoh SMBD adalah Oracle, SQL server 2000/2003, MS Access, MySQL dan sebagainya. DBMS merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk dapat melakukan utilisasi dan mengelola koleksi data dalam jumlah yang besar. DBMS juga dirancang untuk dapat melakukan manipulasi data secara lebih mudah.
Penyimpanan data dalam bentuk DBMS mempunyai banyak manfaat dan kelebihan dibandingkan dengan penyimpanan dalam bentuk flat file atau spreadsheet, diantaranya :
1. Performa yang dapat dengan penyimpanan dalam bentuk DBMS cukup besar, sangat jauh berbeda dengan performance data yang disimpan dalam bentuk flat file. Disamping memiliki unjuk kerja yang lebih baik, juga akan didapatkan efisiensi penggunaan media penyimpanan dan memori
2. Integritas data lebih terjamin dengan penggunaan DBMS. Masalah redudansi sering terjadi dalam flat file. Redudansi adalah kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.
3. Independensi. Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.
4. Sentralisasi. Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database. kemudahan di dalam melakukan bagi pakai dengan DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebiih terjamin daripada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar.
5. Keamanan. DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak.
Data Warehouse Dan Data Mart
data warehouse adalah suatu gudang data yang didalamnya itu terdapat data-data historis (sejarah) yang didapat dari berbagai sumber untuk dapat mengambil suatu keputusan.
data mart adalah bagian dari data warehouse tersebut dan berada pada level departemen pada suatau organisasi atau organisasi . Data mart tersebut menangani sebuah business proses, misalkan pada penjualan, maka hanya pada proses penjualan itu saja yang akan ditangani pada data mart.
Perbedaan Data Warehouse dan Data Mart
Berikut ini merupakan Perbedaan Data Warehouse dan Data mart , antara lain ialah sebagai berikut :
Data Warehouse
|
Data Mart
|
|
Lingkungan (Scope)
|
Perusahaan atau Interprice
|
Departemen
|
Subjek
|
Multiply
|
Single
|
Sumber Data
|
Banyak
|
Sedikit
|
Ukuran Data
|
100 GB>1 TB
|
<100 GB
|
Waktu Implementas
|
Berbulan-bulan - Bertahun- tahun
|
Beberapa bulan
|
Manajemen Pengetahuan
Manajemen Pengetahuan adalah kumpulan perangkat, teknik, dan strategi untuk mempertahankan, menganalisis, mengorganisasi, meningkatkan, dan membagikan pengertian dan pengalaman. Pengertian dan pengalaman semacam itu terbangun atas pengetahuan, baik yang terwujudkan dalam seorang individu atau yang melekat di dalam proses dan aplikasi nyata suatu organisasi.
Tujuan Penerapan Knowledge Manajemen
Implementasi knowledge management atau manajemen pengetahuan akan memberikan pengaruh positif terhadap proses bisnis perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung, beberapa manfaat knowledge management atau manajemen pengetahuan bagi perusahaan antara lain:
Implementasi knowledge management atau manajemen pengetahuan akan memberikan pengaruh positif terhadap proses bisnis perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung, beberapa manfaat knowledge management atau manajemen pengetahuan bagi perusahaan antara lain:
- Penghematan waktu dan biaya. Dengan adanya sumber pengetahuan yang terstruktur dengan baik, maka perusahaan akan mudah untuk menggunakan pengetahuan tersebut untuk konteks yang lainnya, sehingga perusahaan akan dapat menghemat waktu dan biaya.
- Peningkatan aset pengetahuan. Sumber pengetahuan akan memberikan kemudahaan kepada setiap karyawan untuk memanfaatkannya, sehingga proses pemanfaatan pengetahuan di lingkungan perusahaan akan meningkat, yang akhirnya proses kreatifitas dan inovasi akan terdorong lebih luas dan setiap karyawan dapat meningkatkan kompetensinya.
- Kemampuan beradaptasi. Perusahaan akan dapat dengan mudah beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis yang terjadi.
- Peningkatan produktfitas. Pengetahuan yang sudah ada dapat digunakan ulang untuk proses atau produk yang akan dikembangkan, sehingga produktifitas dari perusahaan akan meningkat.
Langganan:
Komentar (Atom)







